wahai dirimu yang tawanya renyah
sudikah engkau berbagi kisah dengan kami?
disepanjang perjalanan kami yang berawal dari
sebuah ratapan dan jeritan hati yang meraung setiap detik
membuat harapan-harapan kami berbuah diatas sumpahmu
wahai dirimu yang berdasi merah
sudikah engkau sedikit merunduk?
disini nyawa-nyawa tergantung pada setiap tapak langkahmu
ingin sekali tangis kami kau usap dengan sapu tanganmu yang harum
dan peluh kami yang bercucuran kau hapus dengan tanganmu yang lembut
wahai dirimu yang berparas menawan
bukankah dengan cinta kami hantar engkau menuju singgasana
tapi mengapa, rasanya tenggorokan kami menggurun
ketika kau pura-pura tuli dibelakang kami
wahai dirimu yang berbadan tegap penuh karisma
diatas mahkotamu kami simpan gelar Al-amin
atas nasib kami di esok hari,
karena kami begitu yakin hujan tak pernah membuat mahkotamu cacat
namun tahukah engkau?
kami terluka dengan roda empatmu yang berlalu bagaikan angin
kami terluka dengan istanamu yang tak meneduhkan bagai matahari
maka wahai dirimu yang membusungkan dada
dengarlah....
bahwa kami hanya butuh pengakuanmu,
pengakuan cinta dari seorang bapak untuk anaknya!!!!
ma'had UIN Sunan Gunung Djati
yayu maspiroh
cinta buat pak rektor
20 februari 2011



0 komentar:
Post a Comment