MAKNA ISLAM

Satu hal yang perlu dicatat tentang agama islam bahwa islam bukanlah “mohammedanisme” , sebagaimana banyak ditulis oleh penulis-penulis barat. Muhammad asalah nama nabi dan rasul yang kepadanya agama diwahyukan. Orang-orang barat menamakan dengan ”mohammedanisme” karena disamakan dengan agama Kristen yang dibawa oleh yesus Kristus, dengan buddhisme yang dibawa oleh Gautama Buddha , dengan Confucianisme yang dibawa oleh confucius (Kong Hucu), dengan brahmanisme, wisnuisme, dan siwaisme, karena karena pengikut-pengikutnya masing-masing menyembah Brahma, wisnu dan siwa, dengan hinduisme, karena agama itu tumbuh di India, dan sebagainya. Nama mohammedanisme sama sekali tidak diketahui oleh pemeluk-pemeluknya. Di samping itu, nama mohammedanisme juga tidak terdapat dalam Al-qur’an dan tidak terdapat dalam hadits Nabi. Nama gama itu di dalam al-quran jelas-jelas dinamakan Islam.
Pada hari ini telah aku sempurnakan agama ku untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhai islam itu jadi agama bagimu.(QS. 5:3)
Dengan demikian bahwa islam bahwa islam sebagai agama yang diturunkan oleh allah tidak dikaitkan dengan pembawannya seperti buddhisme, tidak dikaitkan dengan yang disembah seperti brahmanis, juga tidak dikaitkan dengan tempat timbulnya seperti hinduisme.
pentingnya agama itu dinamakan islam, karena menunjukan hakikat dan esensi agama itu. Arti kata “islam” adalah “masuk dalam perdamaian”, dan seorang “muslim” adalah orang yang “membikin perdamaian dengan tuhan dan dengan manusia”. Damai kepada tuhan berarti tunduk dan patuh secara menyeluruh kepada kehendak-Nya, dan damai dengan manusia tidak hanya berarti meninggalkan pekerjaan jelek dan menyakitkan orang lain. Kedua makna “perdamaian” itu merupakan esensi agama islam.

Refeensi: H.A. Mukti Ali, memahami beberapa aspek ajaran islam, Mizan, Bandung, 1991
SYARIF HIDAYATULLAH
1210304020
FAK. SYARI’AH DAN HUKUM JUR. PERBANDINGAN MADZHAB DAN HUKUM

0 komentar:

Post a Comment